Jauh - jauh hari, tepatnya bulan Februari 2018 saya membaca informasi dari sosial media bahwa akan ada Tour Liverpool FC ke Indoneisa. Dan kota yang mendapat kesempatan itu adalah Jakarta. Iya. Kota itu dipilih tentu karena memiliki bsis supoorter yang cukup besar di Indonesia. Lalu tanpa berpikir panjang saya segera membooking tiket kereta menuju Batavia. Karena kalu tidak, so pasti kesempatan untuk bertemu pemain legend dari Liverpool akan terlewat begitu saja.
Namun sepertinya, kalau hanya menyaksikan Liverpool aja kurang lengkap, lalu saya memutuskan untuk sekalian travelling sebentar di sekitaran Ibu kota. Memang ada sih planning ke Jakarta, tapi mau kemana nya itu yg bikin bingung. Belum lagi Ibu kota yang super macet lalu lintasnya. Tapi okelah, saya pun memutuskan untuk berkunjung ke salah satu musem di Jakarta. Dan museum yang saya kunjungi adalah Museum Fatahillah atau yang biasa disebut Museum sejarah Jakarta. Dan kawasan yang ada disekitarnya adalah kawasan kota tua.
Hari itu pun Tiba, 11 Maret 2018. Jumat paginya (shubuh) saya sudah tiba di Ibu kota. Tepatnya di stasiun Gambir. Hari masih gelap saat itu. Benar - benar pagi buta. Namun aku harus bergegas turun dan menghubungi temanku. Bona namanya. Namun sejak kuhubungi, tidak diangkat pun telponku. "mungkin masih tidur dia" pikirku. Sehingga kuhabiskan waktu sambil bermain gadget mungilku.
Sejurus kemudian, sekitar pukul 6 pagi telponku dibalasnya. Ternyata benar dugaanku. Dia baru bangun tidur. Bona akan menjemputku sekitar setngah jam kemudian. Kurang lebih sekitar pukul 07.00 waktu Jakarta ia pun datang. Bergegas kami menuju kosan nya yang berada di daerah Kemayoran. Dekat dengan wisam atlet.
kebetulan ia memang bekerja di perusahaan yang membangun wisma atlet untuk asean games 2018. Setelah kami sarapan, ia melanjutkan bekerja, sedangkan saya haru menyimpan tenaga ( tidur read) mengingat siang hari setelah sholat jumat, saya akan melanjutkan perjalanan ke TMA. Siang pun tiba dan setelah melaksanakan Jumatan, saya bergegas kesana dengan menaiki ojek online. Sejam kemudian saya tiba di TMA.
WAW. Ratusan supporter Liverpool sudah memadati Taman Mall Anggrek. Para kopites sibuk dengan keasyikannnya masing - masing. Disana disediakan VR, nobar dan ada games berhadiahnya. Yang tidak kalah seru adalah disana juga diperlihatkan trophy Liga Champions. Amazing. Saya pun tidak melewatkan kesempatan itu. Berfoto bersama "si kuping besar" adalah kesempatan langka. hehe
Tak terasa hari sudah mulai beranjak sore dan saya pun sudah puas dengan berbagai acara dan pertunjukan yanga ada disana. Thanks keluarga besar Big Reds. Sore pun menjelang dan saya kembali ke kosan Bona. Alhamdulillah 1 hari yang mnyenangkan sudah dilalui.
Pagi menjelang. Langit ibu kota tampak sedikit mendung. Namun kadang sedikit terik. Kali ini agenda nya adalah jalan - jalan di sekitar kota tua sekalian berreuni dengan teman - teman yang ada disana. Hanya ada beberapa memang. Tapi tak masalah, yang penting tetap bisa bersilaturahmi. Ada Tiwi dan Orin. Namun yang akan kami temui adalah si Tiwi. Setelah sarapan nasi hangat dan telur kami bergegas menuju kota tua. Agar si Tiwi tidak terlalu lama menunggu kami.
Sekitar pukul 9 pagi kami sudah tiba disana, namun si Tiwi masih belum menampakkan batang hidungnya. Mungkin terkena macet pikirku singkat. Okelah, kami pun memanfaatkan waktu dengan berselfie di sekiat kota tua. Sungguh kota yang cantik. Berbagai bangunan cagar budaya dan berbagai benda bersejarah berkumpul disana. Seolah - olah kita dibawa pada suasana jaman penjajahan kolonial. Tak lama berselang, si Tiwi pun datang. Dengan wajah yang penuh keringat ia menghampiri kami yang sudah mulai kepanasan. Sepertinya ia tadi berlari kesini atau karena hawanya yang panas ya sampai keringetan gitu ? haha
Lalu ada saudaraku juga yang ikut bersafari bersama kami, Nevial namanya. Tanpa membuang waktu kami bergeas masuk ke dalam museum itu. Sungguh menakjubkan memang. Bangunan yang sudah lama berdiri ini masih tampak cantik dan terwat dengan baik. Kami pun mengabadikan momen yanga da disana dan segaligus melihat pertunjukan yang ada disana. Alhamdulillah masih rejeki bisa melihat pertunjukan kolosal on the spot.
Matahari sudah nampak ada diatas kepala kami. Siang menjelang. Dan perut kami mulai terasa lapar. Setelah kami menjemput teman kami, Orin. Kami langsung menjuju RM favorit yang ada di daerah Jakarta Utara. Tapi aku lupa namanya, heheh. Abisnya keburu lapar, jadi langsung main sikat aja deh.
Hari yang cukup melelahkan tapi alhamdulillah kami lewati dengan suka. Sore hari, kami harus kembali karena keretaku akan menjemput sekita pukul 07.00 malam. Its time to go home. See u next time Djakarta.




Cerita tentang orin nya dikit
BalasHapus