Itu adalah tagline dari kawasan wisata Gunung Merapi di Jogjakarta. Kawasan ini seolah - olah berubah menjadi tempat yang mengerikan beberapa tahun silam. Mengingat kejadian yang dialami oleh warga di sekitarnya. Merapi yang dulu tenang mendadak menjadi menakutkan. Namun kejadian itu telah berlalu dan kini merapi telah berubah menjadi salah satu objek wisata yang patut dikunjungi di Jogjakarta.
Taman Nasional Gunung Merapi adalah sebuah taman nasional yang
terletak di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan,
wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua provinsi, yakni
Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Saya kesana bersama rombongan dari Sekolah. Perjalanan di mulai pagi hari, kami tiba disana siang hari. Kami disambut hawa sejuk nan dingin khas pegunungan. Meskipun merapi telah erupsi, namun hawa sejuknya masih terasa.
Saat tiba disana, kami sudah disambut dengan puluhan Jeep yang sudah menunggu lama. Kami beserta rombongan pun tak sabar untuk segera berwisata Merapi. Sebelum perjalanan mengesankan itu dimulai kami berfoto bersama sekaligus berdoa agar perjalanan kami aman dan selamat saat kembali nanti.
Ok. Siap. Perjalanan dimulai sekitar pukul 2 siang. Ternyata lumayan jauh untuk mencapai kesana. Jalan berbatu dan berdebu sudah menenti disepanjang jalan. Beruntung jeep tersebut sudah dilengkapi dengan helm pengaman dan kalian hanya perlu kacamata atau masker saja.
Museum Sisa Hartaku. Itu adalah namanya. Rumah yang menjadi saksi bisu terjadinya erupsi merapi tersebut disulap menjadi kawasan wisata yang menarik pengunjung. Tidak hanya domestik namun juga mancanegara. Disekitar lokasi tersebut juga banyak wisata lainnya, hanya saja waktu yang relatife singkat kami hanya mengunjungi museum dan kawasan wisata batu alien.
Dari tempat tersebut kita belajar agar terus bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Dan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua kawan. Di tempat tersebut ada beberapa peninggalan sisa erupsi yang masih dipertahankan. Seperti rangka hewan yang mati saat kejadian, perabotan rumah, foto dan berbagai sisa peninggalan erupsi tersebut.
Tak terasa hari sudah mulai larut. Sebelum malam kami harus kembali ke bus. Terima kasih untuk perjalanan kali ini. Sungguh berkesan dan tidak akan terlupakan, kawan.



Komentar
Posting Komentar