Langsung ke konten utama

WISUDA ITS 110



Akhirnya momen itu datang juga. Setelah 4 tahun lamanya aku menempuh kuliah, dan akhirnya tepat 14 September 2014 adalah hari yang spesial bagi kita semuanya yang berwisuda. Kesempatan untuk menggunakan toga dan ijazah itu akhirnya menjadi kenyataan.

Aku, mama, dan adikku berangkat dari rumah sekitar pukul 5 pagi. Sangat  pagi memang, tapi tak apa untuk mengawalinya kami berangkat penuh semangat dan keyakinan. kami berangkat menggunakan Gresik Taxi yang sudah kupesan malam harinya. Taxi itu membawa kami ke rumah nenekku yang ada di Perak, tapi untuk menjemput tanteku. Dan lengkaplah kami ber 4 untuk menuju Graha Sepuluh Nopember. Sampai disana sekitar pukul 6 pagi. Suasana yang masih sepi dan belum ada wisudawan yang datang tetap membuatku antusias untuk menyambut hari ini. Perlahan namun pasti, wisudawan dan wisudawati mulai berdatangan. Dengan mengendarai mobil pribadi, dan kendaraan lainnya mereka datang dengan penuh suka cita. Sebelum memasuki graha, kami menyempatkan berfoto ria di depan pintu masuk sambil menunggu beberapa teman yang belum datang. Tidak hanya itu, kami juga menyempatkan bersalaman dengan beberapa orang tua teman kita, seperti orang tua dari Jessika, Dhanniar, Tomi, Yudi, Menik dll. Hingga sekitar pukul 07.30, acara dimulai. Semua wisudawan pun masuk secara beriringan. Lets Begin.
Beberapa tamu undangan pun juga tak mau melewatkan momen bersejarah itu, mereka cukup antusias dengan acara wisudawan ini. 

Setelah mengikuti beberapa acara prosesi wisudawan yang dipimpin oleh Bapak Triyogi (Rektor ITS), kami segera keluar menuju kereta kelinci yang telah disiapkan oleh teman - teman dari Himpunan K3. Ketika aku sudah diluar, mama mengatakan kalau beliau sedang sakit dan memutuskan untuk pulang ke Gresik. Jadilah aku sendiri saja disana, tanpa keluarga. Mama, adik dan tanteku pulang dengan menggunakan taxi. Tak apa, karena mungkin mereka sudah cukup lelah menemani kegiatanku seharian di Graha. Setelah itu, kami diarahkan ke pintu keluar oleh teman - teman dari K3. Kami pun disambut dengan yel - yel dari adik - adik kita K3 yang sudah bersedia menunggu di depan pintu keluar Graha. Mereka nampak sangat antusias meskipun dalam kondisi terik matahari yang panas. Terima kasih kawan atas dukungan dan semangat kalian.

Sekitar sejam menunggu pemberangkatan dengan kereta kelinci, akhirnya kami berangakat menuju kampus tercinta PPNS. Dengan iring -semu iringan yang sangat meriah kami tiba dikampus sekitar pukul 14.00 dan kami semua tampak membaur dengan orang tua masing - masing. Acara belum usai sampai disitu, karen kita yang sudah kelaperan akhirnya menikmati hidangan di lantai 2 dan 3 Graha Dewa Ruci. Namun diluar dugaan, makanan yang kami harapkan ternyata sudah habis tak tersisa. Lagi - lagi harus menunda makan. Tapi tak apalah setidaknya hari ini ada hal yang cukup menghibur. Teman SMA ku Lubis, Stevi, Firman, Caca bersedia datang di wisudaku. Mereka tidak hanya datang, tapi juga membawa hadiah seperti bunga dan danbo wisuda. thanks guys. Dan kami mengabadikan lewat foto bersama, dan aku harap kalian juga menyusul (wisuda) kawan.

Kado yang aku terima rupanya tidak sampai disitu, karena teman akrabku Ilham, juga membawakan bunga untukku dan teman - teman yang wisuda. Padahal...., tak apalah, tetap semangat ya kawan. Karena tidak mendapatkan makan siang yang diharapkan, akhirnya aku putuskan untuk mengambil vendel di dekat kantin. Disana sudah ditunggu adik kelas kita K3 yang sudah berkumpul. Kami mengabadikan momemn tersebut melalui kamera dan kami tampak menikmatinya. Kesempatan berharga datang juga, ketika berfoto bersama bu Mirna, dosen favoritku. hahaha. Makasi bu Mirna. 

Setelah dirasa cukup dan lelah, akhirnya aku pulang dengan naik mobil temanku Lubis, kami berempat makan terlebih dahulu untuk sekedar melepas rasa lapar kita. Setelah selasai, aku pulang dengan Caca ke Gresik, karena Lubis temanku rupanya langsung menuju kota Apel. Tapi tak apalah, terima kasih kawan untuk hari ini. Kalian luar biasa. Namun sayangnya aku belum sempat berfoto bersama Jessika, Rind, dan Cunti. Tapi semua sudah terlanjur juga.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembalasan Terbaik

Pembalasan terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik Mungkin banyak dari kita yg pernah mengalami jatuh bangun dalam kehidupan. Berbagai persoalan terkadang datang silih berganti. Seolah – oleh mereka ingin menguji “kedewasaan” kita dalam menjalani kehidupan ini. Namun butuh perjuangan dan mental yang kuat untuk bangun dan terus berusaha lebih baik lagi. “Berusaha lebih baik lagi “ itu adalah kalimat yang sering kita dengar atau mungkin tak jarang kita ucapkan dalam hati dan pikiran, untuk membangun kembali rasa percaya diri yang sempat jatuh dan membangun optimistis dalam hidup kita. Kalimat itu juga merupakan bahan renungan atau bahkan introspeksi diri agar lebih bijak dalam melangkah, sehingga kita tidak jatuh pada lubang yang sama. Kegagalan demi kegagalan itulah yang memberi kita pengalaman berharga. Tiap hari, tiap waktu yg kita lewati adalah ujian. Suka dan dukanya adalah ujian dari Sang Pencipta untuk menguji hamba – Nya. Bagi yang mengalamai kesulitan atau ...

Holland....!!!

Selamat berpetualang, next stop  Netherlands

Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Itu adalah tagline dari kawasan wisata Gunung Merapi di Jogjakarta. Kawasan ini seolah - olah berubah menjadi tempat yang mengerikan beberapa tahun silam. Mengingat kejadian yang dialami oleh warga di sekitarnya. Merapi yang dulu tenang mendadak menjadi menakutkan. Namun kejadian itu telah berlalu dan kini merapi telah berubah menjadi salah satu objek wisata yang patut dikunjungi di Jogjakarta.  Taman Nasional Gunung Merapi adalah sebuah taman nasional yang terletak di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan, wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua provinsi, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta. Saya kesana bersama rombongan dari Sekolah. Perjalanan di mulai pagi hari, kami tiba disana siang hari. Kami disambut hawa sejuk nan dingin khas pegunungan. Meskipun merapi telah erupsi, namun hawa sejuknya masih terasa.  Saat tiba disana, kami sudah disambut dengan puluhan Jeep yang sudah menunggu lama. Kami beserta rombongan pun tak sabar ...