Langsung ke konten utama

Malaikat, bernama IBU



Tahun 2013 adalah tahun yang tak akan kulupakan.

     Masih teringat jelas. 17 November 2013. saat dimana aku harus mengalami hal yang pernah terbayangkan sebelumnya. di momen minggu pagi itu, aku mengalami hal terburuk yang pernah ada. mungkin kalian semua sudah tahu, kawan. tangan kiriku patah. entah, begitu sedih, bingung, khawatir, takut, cemas, semuanya datang menjelajahi seluruh pikiranku. rasa sakit yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, kala organ tubuh kita harus terpisah seperti itu. untunglah, teman - temanku segera membawaku pulang ke rumah. setelah kejadian di lapangan Futsal itu, aku sudah tak pernah melihatnya lagi. terlebih teman - temanku sejak kejadianku itu, mereka tak berani bermain lagi sampai sekarang. 

          semua taman - temanku yang menyaksikanku terjatuh itu, segera membawaku ke rumah. mereka juga pada takut dan cemas. terlihat dari raut wajah mereka. aku hanya bisa diam dan pasrah. sumpah aku gak ngebayangin ini bakal terjadi padaku. takut setengah mati. waktu itu jam menunjukkan pukul 08.30 WIB. aku segera dibawa kedua orang tua ku ke orang pinter (sangkal putung). lokasinya yang jauh sekitar 19 km dan panas yang menyengat membuat sekujur tubuhku lumpuh dengan sakit yang mendera. ditambah lagi aku berangkat kesana dengan naik sepeda motor. bisa dibayangkan, betapa sakitnya dengan memegang tangan yang masih patah bergelantungan di jalan raya, kurang lebih sejam, aku menderita di jalan itu. 

         Sesampainya disana, aku berada di antrian ke empat. tangan kiriku yang sama sekali tak bisa berbuat apa -apa hanya sanggup kupandangi saja. setelah berobat, kurang lebih 45 menit, aku segera pulang, dengan kondisi tangan yang di perban dan dibidai. waktu itu rasanya masih tidak sambung. pengobatan disitu sudah terkenal rupanya. sudah banyak pasiennya yang sembuh dengan penyakit yang bermacam - macam. semoga aku bisa berjodoh dengannya. amin

       Ketika memasuki minggu pertama, tanganku masih belum menyatu. rasa takut dan cemas tentu masih membayangi. maklum, karena kejadian buruk ini baru pertama kali kurasakan dan itu pun yang terakhir. pas weekend-nya temen -temen futsal pada datang bergantian, mereka membawa semangat yang ingin ditularkannya kepadaku. harapannya, agar aku lekas sembuh dan bisa beraktivitas lagi. aku juga merasa sungkan telah merepotkan mereka. tak lupa mereka juga mendoakan ku agar lekas sembuh, terima kasih kawan. Masuk minggu kedua, aku kembali berobat ke sana lagi, ganti perban dan pulang, itu saja. tapi tulangku masih belum menyatu. sumapah lama banget. Di minggu kedua ini pula, adalah minggu terakhir aku melaksanakan OJT di PT Petrokimia Kayaku Gresik. dengan tangan yang masih belum sembuh aku datang di hari terakhir itu, hari jumat. mereka para oarang kantor yang melihatku marasa kaget atas apa yang kualami. aku pikir ini adalah cobaan yang direncanakann-Nya, dan aku harus sabar dan ikhlas menghadapinya. 

        Masuk awal bulan Desember, adalah minggu ketiga aku perawatan. pada minggu ini teman teman juga pada sibuk persiapan untuk TA. aku yang masih belum sembuh total hanya bisa menyaksikan mereka melalui sosial media saja. tapi tak apalah, mungkin Tuhan sudah berencana lain untukku, yang lebih baik lagi. masuk di minggu ini, aku kedatangan teman - teman kuliahku dari K3 C. terima kasih kawan, kalian telah ada mendampingiku dan berusaha menghiburku dikala aku mengalami masa - masa sulit ini, kalian yang terbaik dan tak akan kulupakan, kawan. walaupun tidak semuanya bisa datang kerumahku, tapi bagiku tak masalah karena dengan kalian ada saja rasanya sudah melengkapi kebahagiaanku waktu itu.

       Masuk minggi ke empat di bulan Desember. tangan kiriku sudah menyambung lagi, betapa bahagianya aku. dan waktu itu hanya satu oarang yang ku kabari berita itu, Rindang (Orin). entah kenapa aku justru ingin mengabarinya. senang sekali waktu itu, seolah olah harapan itu kembali ada untukku. terima kasih Ya Allah. aku sudah separuh jalan melewati masa sulit itu. dan aku hanya tinggal latihan gerak tiap harinya agar tanganku kembali sempurna lagi. sungguh anugerah yang paling indah. Thank's for all. 

        Dan tahukah kamu siapa sosok dibalik semua itu ? 
Dia adalah malaikat yang sudah dititipkan kepadaku. dengan tangan lebutnya, senyum tulusnya dan kasih sayangnya, ia hadir selalu dalam tiap detikku. dia adalah IBU ku kawan. wanita dengan segala kelebihannya sanggup membuat ku yang sempat jatu dan tak tahu harus berbuat apa, dibuatnya bangkit dengan semangat yang tak pernah padam. dia adalah sosok malaikat yang nyata, yang selalu ada untuk anaknya. sejak kejadian pertama sampai aku bernjak sembuh, tak pernah luput dari sentuhannya sebagai seorang ibu. Beliau merawatku, pagi, siang, sore, malam dengan penuh kesabaran dan tak lupa selalu mendoakannku di sela - sela shaolatnya. aku hany bisa menangis dan terdiam, karena aku tak bisa berbuat banyak waktu itu. aku pun tak membayangkan, jika tak ada IBU disisiku, apa yang bakal terjadi ? beliau yang merawatku dengan segala cara agar membuatku sembuh, beliau tunjukkan rasa cintanya yang tak pernah akhir. HANYA beliau yang selalu ada untukku, sungguh suatu karunia yang lauar biasa dari seorang IBU. dengan itu pula, aku ingin segera lekas sembuh dan tak ingin merepotka ibuku terlalu lama, tak tega aku melihatnya. hanya karena ulahku ini, aku sudah banya, banyak sekali merepotkannya. tapi yang sanggup aku katakan adalah TERIMA KASIH IBU, kau adalah segalanya untukku, aku berjanji akan berbuat yang terbaik, jika nanti aku sudah sembuh, dna itu akan kupersembahkan hanya untukmu, IBU. I really LOVE YOU.

        Hingga, sampai pada tanggal 31 Desember 2013. akhir tahun yang indah. akhir tahun yang ditutup dengan kesembuhan tangan kiriku. saat dimana moment bahagia itu datang juga. akhir yang akan menjadi awal untuk semuanya. terima kasih atas semua doa ibu, saudara serta teman yang selalu ada untukku. terima kasih untuk perjuangan ini, hingga aku bisa sembuh kembali.




Komentar